Hasil investigasi tersebut kemudian dilaporkan kepada Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Jaksa Agung, ST Burhanuddin, dengan temuan bahwa 212 merek beras diduga terlibat dalam praktik pengoplosan. Temuan ini merupakan hasil investigasi bersama berbagai pemangku kepentingan terhadap 268 sampel beras dari sejumlah daerah.
Terkait hal ini, Gubernur Pramono Anung menyampaikan bahwa, dirinya telah berkomunikasi langsung dengan Menteri Pertanian untuk memastikan semua temuan diungkap secara transparan dan ditindak sesuai hukum.
Ia menegaskan bahwa, PT. Food Station memiliki peran vital dalam menjaga stabilitas harga pangan, khususnya beras, di wilayah DKI Jakarta. Karena itu, keterbukaan dan akuntabilitas sangat penting dalam menyikapi dugaan keterlibatan perusahaan ini.












