Oleh: Sugiyanto (SGY)-Emik (Ketua Masyarakat Pemerhati Jakarta Baru (Katar)
JAKARTA || Bedanews.com – Kasus dugaan pengoplosan beras yang melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMD DKI Jakarta, PT. Food Station Tjipinang Jaya (FSTJ), hingga kini masih terus bergulir. Informasi terbaru menyebutkan bahwa, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, telah memanggil jajaran direksi PT. FSTJ.
Langkah tersebut diambil menyusul kecaman keras dari Presiden RI, Prabowo Subianto, terhadap praktik pengoplosan beras yang diduga merugikan negara hingga Rp99 triliun. Presiden Prabowo menyebut, praktik tersebut sebagai bentuk pengkhianatan terhadap bangsa dan menyatakan akan menyita penggilingan padi milik para pelaku.
Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta menyatakan bahwa PT. Food Station tidak pernah melakukan praktik pengoplosan beras. Meski demikian, Gubernur Pramono merasa perlu memanggil manajemen perusahaan untuk meluruskan isu yang berkembang dan memastikan adanya transparansi.












