Jika kita hanya mengganti orang tanpa memperbaiki sistem, maka persoalan yang sama akan selalu berulang dengan wajah yang berbeda.
Karena itu, perjuangan mempertahankan cita-cita Proklamasi bukanlah perjuangan untuk memenangkan satu kelompok atas kelompok lainnya.
Ini adalah perjuangan untuk memastikan bahwa *negara tetap menjadi milik rakyat, bukan menjadi alat bagi mereka yang menguasai negara.*
Kita boleh berbeda pilihan politik.
Kita boleh berbeda partai.
Kita boleh berbeda pandangan mengenai Presiden dan pemerintahan.
Tetapi ada satu hal yang seharusnya tidak boleh berbeda:
*Indonesia harus tetap menjadi negara yang kedaulatannya berada di tangan rakyat dan dijalankan berdasarkan konstitusi.*
Jika ada bagian dari sistem yang membuat rakyat kehilangan kendali terhadap masa depannya sendiri, maka bagian itulah yang harus kita pertanyakan.













