“Para investor dan pelaku pasar harus mewaspadai penurunan harga yang terjadi pada harga Nikel akibat pelonggaran kebijakan ekspor dan penurunan harga emas akibat penguatan Dolar sebagai buntut rencana kenaikan suku bunga Amerika Serikat,” tegas Lukman.
Harga emas dunia saat ini pada kisaran USD1.800 dimana terdapat potensi koreksi jangka menengah. Rencana kenaikan suku bunga AS pada semester kedua tahun ini, akan menjadi sentiment negatif harga emas yang berpeluang menekan hingga ke kisaran harga USD1.600. Rencana pengurangan dan penghentian kebijakan moneter yang lunak lewat pembelian asset, bisa membuat harga emas turun lebih dini pada kisaran bulan Maret.
“Namun demikian, harga emas dunia juga menyimpan amunisi bagi kenaikan harga lebih lanjut, pada kisaran $1900 hingga $2000, mengingat adanya kekhatiran investor terkait dengan inflasi yang tinggi, khususnya di AS. Laju inflasi yang meroket diatas perkiraan sebelumnya, menimbulkan ancaman gangguan pemulihan ekonomi AS dan dunia yang tengah berusaha bangkit dari pukulan wabah Covid-19 dalam dua tahun ini,” pungkasnya. (Bng).













