Selain Emas, Nikel, Bauksit, Almunium, dan Perak berpotensi naik oleh kenaikan permintaan disaat suplai pasar yang masih tercekik. Sementara emas juga masih diyakini akan naik, meski juga ada potensi mendapatkan tekanan dari kemungkinan adanya koreksi harga yang berkelanjutan dari tahun 2021.
“Nikel yang menjadi penyumbang kedua pendapatan utama ANTM di bawah Emas, diperkirakan akan cukup solid harganya di tahun ini. Harga berpeluang naik didorong oleh pemulihan ekonomi global, perkembangan teknologi baterai listrik, serta kebijakan pemerintah termasuk produsen Nikel lainnya seperti China dan Filipina,” lanjutnya.
Dia menambahkan, walaupun terdapat banyak prospek positif namun masyarakat dan investor tetap harus memerhatikan volatilitas harga logam dunia, khususnya Emas dan Nikel yang berpotensi menggerus target keuntungan perusahaan.











