Ciamis.BEDAnews –
Aliansi Mahasiswa Unigal Bersatu (AMUB) menganggap Rektor mereka,Prof Suherli Kusmana M.Pd telah bertindak arogan dan otoriter, selama dua tahun menjabat Rektor, Suherli telah menimbulkan segudang permasalahan,melakukan kebohongan publik, membuat kebijakan – kebijakan dengan banyak melanggar aturan yg berlaku di Unigal, menurut mereka dengan hal itu Suherli sudah tidak pantas menjabat Rektor Unigal. Yayasan Pendidikan Galuh (YPG) sudah semestinya mengambil sikap yg tepat untuk menyelamatkan Unigal dari keterpurukan untuk memberikan iklim kondusif bagi kegiatan akademik.
Buntutnya, suasana Kampus Unigal cukup mencekam ketika seratus aktivis Mahasiswa Fakultas Universitas Galuh (Unigal) yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Unigal Bersatu (AMUB) meluapkan kekecewaan dengan berdemo dan berorasi, serta membentangkan sepanduk bertuliskan tuntutan mereka serta membakar ban di depan Gedung Yayasan Pendidikan Galuh.
Saat audensi usai orasi, pihak YPG mengajak dialog perwakilan AMUB di ruang rapat Gedung Yayasan & diterima Ketum, Otong Husni Taopik, Ketua 1, Yagus Triana, dan Bendahara YPG, Oyon.
Korlap aksi, Asep Nopi menyampaikan beberapa tuntutan beserta alasan supaya jabatan Rektor di diberhentikan dari Suherli Kusmana menurutnya sudah jelas ditetapkan Kejaksaan Negri Ciamis sebagai tersangka dugaan kasus korupsi, karena sudah terbukti tidak mampu memimpin Unigal kearah lebih baik, telah melakukan kebohongan publik, agar YPG membersihkan Unigal dari pelaku tindakan korupsi karena AMUB enggan dipimpin koruptor, memberhentikan siapapun yg berlaku sewenang k wenang & berusaha merusak kondusitifitas kampus.
Menanggapi tuntutan AMUB pihak yayasan akan mengkaji lebih dalam / pendalaman infestigasi, dijadikan bahan untuk rapat YPG karena harus menempuh sesuai aturan yg berlaku sebab keputusan yg diambil berdasar hasil rapat / kolektif kolegia dengan mendengar juga pendapat senat, andai Suherli dicopot jabatan sebagai rektor tidak berdasar ketidak sukaan namun jelas atas hasil dari keputusan yang berpegang pada aturan yang ada, serta akan mengkaji kesembrawutan yg terjadi di Unigal agar bisa mengambil langkah bagai mana Unigal bisa jadi lebih baik.
Kepada BEDAnews.com Ketua Umum YPG, Otong Husni Taopik mengatakan di awal bulan Mei 2014, telah melayangkan surat peringatan kepada Rektor Unigal yg isinya bukanlah konsumsi publik namun sifatnya interen YPG & Unigal.
Salah seorang aktivis kampus Irfan (Ij) mengatakan kepada BEDAnews.com, AMUB merasa telah di dihianati dan dirugikan, Prof Suherli telah menghianati Kami dengan 8 poin statemennya di media masa cetak yang merupakan kebohongan publik, diantaranya menyatakan mengembangkan universitas terakreditasi B padahal A, sistem online diterapkan yg ternyata lama beliau jadi rektor malah terjadi kerapuhan & banyak kesalahan,dan poin statemen lainnya yg nyatanya adalah kebohongan yang merugikan ujar Ij. (abraham)











