KAB. BANDUNG || bedanews.com — Waktu bergulir dengan cepat kedewasaan tumbuh pahatkan prestasi dan potensi, tak terasa sudah Keluarga Silat Nasional Perisai Diri genap usianya 71 tahun pada hari Kamis kemarin, 2 Juli 2026. Ini merupakan sebuah terobosan signifikan dalam mempertahankan seni budaya bangsa Indonesia.
Syukurannya tanggal 3 Juli di Padepokan IPSI Jabar atas inisiatif Pendekar Perisai Diri Jawa Barat
Ketua Umum Perisai Diri Pengurus Provinsi Jawa Barat, Hj. Irma Novita yang dengan penuh bangga menjadi pesilat, menjelaskan, bahwa organisasi pencak silat yang didirikan oleh R.M. Soebandiman Dirdjoatmodjo di Surabaya ini resmi terbentuk pada 2 Juli 1955, diciptakan dari teknik bela diri yang merupakan gabungan dari 156 aliran silat Nusantara serta berbagai aliran bela diri dari Tiongkok, seperti Shaolin.
“Berkat dedikasi Beliau, teknik ini dikenal dengan semboyan Pandai Silat Tanpa Cedera. Kita melaksanakan syukurannya tanggal 3 Juli di Padepokan IPSI Jabar atas inisiatif Pendekar Perisai Diri Jawa Barat,” kata Ambu Irma sapaan akrabnya melalui telepon selular, Minggu 5 Juli 2026.
Sejak didirikan pada tahun 1955, Perisai Diri telah berkembang pesat dan menjadi salah satu perguruan silat historis yang sangat disegani di bawah naungan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Organisasi ini kini memiliki cabang dan ranting yang tersebar di berbagai daerah di seluruh Indonesia, bahkan merambah ke mancanegara, dengan ketua umum yang dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Dwi Soetjipto, MM.
Begitu juga di wilayah Kabupaten Bandung, peminat untuk menjadi pesilat PD cukup banyak. Bahkan mampu menarik perhatian karena perolrhan prestasi pada setiap pertandingan.
“Kami yakin seni budaya Silat Bangsa Imdonesia akan mampu bersaing dengan perkembangan zaman saat ini. Karena Perisai Diri itu ada untuk Bangkit, Bersatu, dan Berprestasi,” pungkas Ambu Irma.***













