CIMAHI, BEDAnews
Suasana haru bercampur gembira, dirasakan puluhan gelandangan, pengemis, pemulung dan tukang becak di Kota Cimahi, saat komunitas anak muda yang tergabung dalam ‘Gerakan Dari Pemuda’ membagikan paket nasi kotak pada Rabu (9/1) malam.
Pasalnya, mereka tak menduga jika tiba-tiba bisa bersantap malam secara gratis. Batapa tidak, pada malam itu, puluhan anak muda yang tergabung dalam ‘Gerakan Dari Pemuda’ melakukan aksi simpatik dengan membagi-bagikan nasi kotak kepada puluhan gepeng, pemulung dan tukang becak di sejumlah titik di pusat Kota Cimahi.
Pada malam itu, puluhan anak muda tersebut mendatangi mereka dari kalangan yang kurang beruntung di sepanjang jalan Gandawijaya, jalan Amir Machmud, jalan Gatot Subroto, hingga ke jalan Baros.
Meski dalam suasana dingin sekitar pukul 23.00 malam itu, puluhan anak muda Warga Kampung Pojok Kelurahan Setiamanah Kecamatan Cimahi Tengah, tetap antusias melakukan aksinya.
Kepada wartawan, Kanda Kurniawan, sang pengagagas aksi simpatik itu mengatakan, kegiatan yang dilakukan dirinya bersama puluhan pemuda Pojok Kelurahan Setiamanah itu, dimaksudkan sebagai rasa solidaritas social bagi mereka yang kurang beruntung.
”Teman-teman menginginkan supaya kami bisa berbagi dengan kaum yang kurang beruntung, karena hal ini saya anggap hal yang positif, ya saya juga jadi tertarik,“ katanya, disela-sela aksi.
Dikatakannya, aksi ini tak hanya dilakukan malam itu saja, tak lebih hanya ingin menginspirasi masyarakat terutama generasi muda untuk ikut peduli atas kondisi anak bangsa yang kebetulan saat ini kurang beruntung. Dengan harapan bisa membantu kalangan bawah ini untuk sejenak bergembira dengan bantuan yang diberikan.
Diakuinya, meskipun bantuan yang diberikan kepada mereka hanya berupa nasi kotak, namun sudah merasa gembira bisa melihat para pengemis, gelandangan, pemulung dan tukang becak tersenyum menerima bantuan yang diterimanya.
“Bagi kami, senyuman mereka merupakan bentuk kegembiraan yang spontan, karenanya temen-temen juga merasa bangga bisa membantu kalangan bawah ini, mudah-mudahan saja hal ini bisa kami lakukan secara rutin,” tutur pria yang aktif di dunia entertaint ini.
Sedangkan pasangan suami isteri Idu dan Sri Hartini, warga Veteran RT 05/06 Kelurahan Cipageran Kecamatan Cimahi Utara, mengaku senang dengan bantuan yang diterimanya, karena dia sama sekali tidak tahu jika tiba-tiba saat sedang memulung barang bekas, beberapa orang mendatanginya memberikan bantuan nasi kotak. “Saya merasa senang dan beterimakasih dengan bantuannya, Alhamdulillah malam ini saya bersama isteri bisa makan nasi kotak gratis,” ujarnya berbinar.
Idu mengaku, sejak tiga bulan lalu bersama isterinya pada malam hari terpaksa harus menjadi pemulung mencari benda rongsokan yang bisa dijual untuk menutupi kehidupan sehari-hari.
Ayah dua putra dan satu cucu ini mengaku harus menjadi pemulung, karena sejak matanya agak rabun, kegiatan mengojeknya terpaksa harus berhenti dan menjadi pemulung disepanjang jalan Gandawijaya Cimahi. Dia berharap, bantuan ini tak sekedar berupa nasi kotak saja, namun bisa mendapatkan bantuan lainnya agar bisa menyambung hidup keluarganya.
“Sejak mata saya tak lagi melihat dengan jelas, kegiatan ngojek saya hentikan, akhirnya bersama isteri saya memulung barang-barang bekas, itupun yang bisa saya lihat, ya gimana lagi, kalau ini tidak kami lakukan, anak cucu kami tak bisa makan. Kami berharap ada bantuan modal usaha bagi kami para pemulung ini, supaya kami bisa meningkatkan ekonomi keluarga,” kata Idu, sambil berlalu untuk bersantap malam itu. (Bubun)











