CIMAHI, BEDAnews
Ribuan perusahaan di Kota Cimahi masih tertutup untuk melaporkan modal awal yang mereka miliki, sehingga pihak Kantor Penananam Modal Kota Cimahi mengaku kesulitan untuk melakukan pendataan.
“Ada 3.252 Pengusaha yang terdaftar pada kami pada tahun 2012, meskipun mereka mau lapor tentang keberadaan perusahaannya, namun terkait modal yang dimiliki, para pengusaha enggan melaporkannya,“ Kata Kepala Bagian Tata Usaha Kantor penanaman Modal Kota Cimahi, Dini Ayulinda, Rabu (9/1/2013).
Para pengusaha cenderung enggan melaporkan modal usahanya untuk diketahui, karenanya Kantor Penanaman Modal Kota Cimahi harus melakukan penelusuran data di Badan Koordinasi penanaman Modal (BKPM) di Jakarta. Dari BKPM itulah pemerintah Kota Cimahi baru mengetahui data kinerja perusahaan.
Meski demikian, KPM tetap memiliki data investasi di Kota Cimahi. Pada 2012, ada 26 PMA dan 3.226 PMDN yang melakukan investasi di Kota Cimahi. hanya 8 pengusaha yang mau memberikan data modal usahanya, dengan nilai investasi sebesar Rp. 622, 6 Miliar. Sedangkan pada PMDN terdapat sebanyak 6 pengusaha dengan nilai investasi sebesar Rp.730.2 Miliar.
Dari Penanaman Modal Asing (PMA) atau Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), rata-rata usahanya bergerak dibidang investasi. Sedangkan perusahaan local masih dalam skala kecil saja.
Pengembangan perusahaan local di Kota Cimahi, dilakukan dengan memberikan sarana bantuan promosi melalui berbagai pameran ditingkat local, regional maupun nasional. “Dalam setahun, ada 3 kali kegiatan promosi di tingkat local, dua kali ditingkat regional dan sekali ditingkat nasional,” sebutnya.
Namun untuk perusahaan yang akan dipromosikan ditingkat nasional, harus sudah mapan dalam memproduksi barang atau jasanya. Sebab, hal itu terkait dengan kesiapan perusahaan tersebut untuk memasok produknya sesuai dengan permintaan buyer. Karenanya, untuk promosi ditingkat nasional, dilakukan lebih selektif.
Sejumlah perusahaan di Kota Cimahi pada pengembangan produk local, banyak yang sudah mampu menembus pasar nasional atas dorongan dan kerjasama beberapa SKPD. Setiap kali ada promosi, para buyer biasanya juga iktu membantu dalam permodalan, sesuai dengan kesepakatan yang dilakukan, katanya. (Bubun)











