KAB. BANDUNG || bedanews.com — Adanya akses yang memudahkan masyarakat dalam memperoleh informasi serta terjadi indikasi penyalah gunaan saat mempergunakannya, menurut salah seorang pengurus Pontren Modern Mathlaul Huda Baleendah Kabupaten Bandung, H. Uus Haerudin Firdaus, tidak selamanya harus disalahkan santri atau alat komunikasi.
Bercermin dari beberapa peristiwa yang terjadi, H. Uus menambahkan, ternyata akhlaq yang rusak ternyata pembimbingnya. Belum ada kabar santri yang mengalami transisi akhlaq akibat dari kemudahan akses itu.
Pimpinan Pontren yang juga legislator dari PKS DPRD Kab. Bandung itu menuturkan, untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan gadget atau HP, semua jajaran pengurus selalu melakukan pengarahan dan pembinaan sehingga para santri bisa memanfaatkan informasi sesuai dengan kebutuhan.
“Salah satu upaya untuk menciptakan pembelajaran agama yang maksimal, kami melarang siswa membawa HP ke sekolah,” katanya di Gedung DPRD, Senin 21 Pebruari 2022.
Tujuannya, lanjutnya, agar semua santri bisa berkonsentrasi penuh saat menerima pembelajaran. Dengan demikian pendidikan karakter generasi muda yang berpotensi dan beriman bisa terbentuk sebagai generasi muda berkualitas.
Dengan memberikan pengarahan yang benar, ia mengemukakan, Insha Alloh para santri di Mathlaul Huda bisa menghindari hal-hal yang bertentangan dengan agama. “Dan semoga saja kita semua ada dalam petunjuk-Nya agar terhindar dari perbuatan tercela tersebut,” ujarnya.
Selain itu, ia menyebutkan, pontrennya selalu mematuhi aturan pemerintan dengan senantiasa menerapkan protokol kesehatan guna menghindari ancaman dari pandemi covid 19. Menginggat saat ini sudah muncul baru covid 19 baru omicron yang menurut kabar penyebarannya sangat cepat.
“Kami sudah melakukan koordinasi dan berkomunikasi dengan pemerintah bagaimana cara mengantisipasi masalah omicron, selanjutnya kami terapkan dilingkungan Pontren,” pungkasnya.***













