Permasalahan di kota-kota besar bukan hanya soal distribusi, tetapi juga tata kelola dan struktur kota. Prieto‑Curiel dan Borja‑Vega (2024) melalui analisis lebih dari 100 kota global menyimpulkan bahwa urban sprawl memperparah kekurangan air: semakin jauh area permukiman dari pusat kota, semakin mahal tarif, semakin rendah akses infrastruktur dan ketersediaan air bisa turun hingga separuhnya.
Sementara itu, imbas kesehatan dari air yang belum benar-benar aman—seperti diare dan stunting pada balita—telah menjadi beban nyata. Di Indonesia, air dan sanitasi yang tidak aman menyebabkan sekitar 485.000 kematian akibat diare setiap tahun
(scholarhub.ui.ac.id).
Literatur terbaru juga memperingatkan hubungan serius antara kualitas air dan stunting anak—air tidak memenuhi standar fisik seperti kejernihan dan tak berwarna dapat memicu infeksi yang menghambat pertumbuhan anak
(jppipa.unram.ac.id).













