YOGYAKARTA || Bedanews.com – Komunitas Aliansi Masyarakat Bersatu Garda Pagar Betis mulai membentuk kepengurusan sebagai wadah masyarakat yang berkomitmen untuk membangun semangat tolong-menolong, guyub rukun dan bahu-membahu dalam kehidupan bermasyarakat.
Pembentukan kepengurusan tersebut dilaksanakan dalam pertemuan yang digelar di Joglo Kopi, Plumbon, Yogyakarta, kemarin.
Dalam pembentukan tersebut, para pengurus dan anggota mengikrarkan bahwa, Aliansi Masyarakat Bersatu Garda Pagar Betis merupakan wadah masyarakat dan bukan organisasi massa (ormas).
Wadah tersebut juga menyatakan diri sebagai komunitas yang menjalankan kegiatan nonpolitik.
Salah satu fokus utama komunitas adalah membantu masyarakat menghadapi persoalan sosial yang berkaitan dengan penagihan utang oleh debt collector (DC), mata elang (matel), maupun tindakan yang dikategorikan sebagai premanisme apabila dilakukan dengan cara-cara yang melanggar hukum.













