BANDUNG, Bedanews.com —
Alarm keras untuk Menteri Agama Nasaruddin Umar. UIN Sunan Gunung Djati Bandung terancam menjadi UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) jilid 2 jika proses penentuan rektor hanya mengandalkan legitimasi formal tanpa mendengar suara sivitas akademika.
Peringatan ini bukan tanpa dasar. Tragedi UINSA masih hangat. Penolakan terhadap Akh. Muzakki sebagai Rektor UINSA periode 2026-2030 meledak menjadi aksi besar.16 September 2026 ratusan mahasiswa turun ke jalan menolak Muzakki. Lima hari kemudian, aksi lebih radikal: gerbang utama kampus disegel.
Delapan tuntutan dilayangkan, satu yang paling keras: rektor mundur atau diberhentikan.Kasusnya bahkan masuk meja DPR. Anggota Komisi VIII, Dini Rahmania, mendesak Kemenag evaluasi menyeluruh, objektif, dan transparan.













