
Menurutnya, rektor tidak cukup hanya berbekal SK Menteri. Butuh kepercayaan dan penerimaan sivitas.
Kini, Skenario Serupa Berpotensi Terulang di Bandung.Pemicunya adalah wacana Menteri Agama sendiri saat kunjungan ke Gedung PPG Kampus 2 UIN Bandung, Jalan Soekarno-Hatta pertengahan Juni lalu.
“Sudah sembilan perempuan yang menjabat rektor di lingkungan Kemenag. Coba UIN Bandung pun rektornya cantik, supaya tidak ada demonya, dan cantik juga kampusnya,” ujar Menag Nasaruddin Umar kala itu.
Sejak wacana “rektor cantik” itu bergulir, suhu politik kampus naik tajam. Bursa rektor memanas. Manuver di balik layar makin kencang. Bahkan muncul fenomena yang dibisikkan kalangan dosen: ada yang mendadak GR dan mendadak eksklusif, sulit ditemui dan anti-media.













