Jika Kemenag memaksakan kehendak demi kepentingan kelompok tertentu, kampus yang selama ini kondusif bisa berubah gaduh.
Inilah titik krusialnya. UIN Bandung butuh rektor yang diterima, bukan yang dipaksakan. Butuh pemimpin yang paham tradisi akademik, bukan yang hanya paham pencitraan.Jangan sampai karena salah pilih, UIN Bandung yang cantik justru menjadi gaduh seperti UINSA.*** Senabraja













