JAKARTA || Bedanews.com – Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (LAKSAMANA), Samuel F. Silaen, menilai, kondisi iklim memang dapat memperbesar risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) karena membuat lahan menjadi lebih kering. Namun, menurutnya, faktor iklim tidak otomatis menjelaskan dari mana api berasal, mengapa kebakaran dapat bertahan lama, maupun mengapa kejadian serupa terus berulang.
Menurut Samuel, persoalan tersebut semestinya menjadi bahan evaluasi serius. Ia mengibaratkan kondisi itu dengan ungkapan bahwa jika keledai saja tidak mau terperosok ke lubang yang sama, manusia yang dianugerahi akal seharusnya mampu belajar dari pengalaman. Karena itu, apabila kejadian yang sama terus berulang tanpa perbaikan berarti, menurut dia, persoalan tersebut menunjukkan adanya kegagalan manusia dalam belajar dan memperbaiki tata kelola.













