Oleh: Fulad
JAKARTA || Bedanews.com –
*Pendahuluan*
Selama bertahun-tahun kita diajarkan bahwa kekuatan negara ditentukan oleh jumlah tentara, kecanggihan persenjataan, dan kemampuan mempertahankan setiap jengkal wilayah kedaulatannya. Pandangan itu tidak keliru. Namun dunia yang sedang berubah cepat memberi pelajaran baru: sebuah negara dapat memiliki militer yang kuat, tetapi tetap rapuh apabila tidak mampu menjamin pangan bagi rakyatnya.
Sejarah menunjukkan bahwa banyak negara tidak jatuh karena serangan dari luar. Mereka melemah dari dalam ketika kebutuhan dasar masyarakat tidak lagi terpenuhi. Ketika harga pangan melonjak, ketika distribusi terganggu, ketika rakyat kehilangan kepastian terhadap kebutuhan hidupnya, maka stabilitas nasional ikut terancam.













