• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Sabtu, November 7, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Ketika Dunia Krisis Pangan, Desa Adat Menyimpan Jawaban

Ketika Dunia Krisis Pangan, Desa Adat Menyimpan Jawaban

Hargib by Hargib
15 Juni 2026
in Ekonomi, News, Ragam
0
Ketua Program studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis ( FEBI) UIN SGD Bandung, Prof.Dr.Lilis Sulastri, MM, CPHRM,CHRA,/dok.istimewa/bedanews.com

Ketua Program studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis ( FEBI) UIN SGD Bandung, Prof.Dr.Lilis Sulastri, MM, CPHRM,CHRA,/dok.istimewa/bedanews.com

0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Lilis Sulastri

 (Guru Besar Ilmu Manajemen FEBI UIN Sunan Gunung Djati Bandung ,dan Ketua  Riset MORA LPDP The Air Fund Tahun 2025)

 Belajar Dari Kasepuhan Gelar Alam Sukabumi

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, kenaikan harga pangan, perubahan iklim, serta ancaman krisis pangan dunia, Indonesia sesungguhnya memiliki sumber inspirasi yang sering terlupakan. Bukan hanya  dari gedung-gedung pencakar langit, bukan pula dari teori ekonomi modern semata, melainkan dari desa-desa adat yang selama ratusan tahun berhasil menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan kebutuhan hidupnya.

BeritaTerkait

Menganalisis Ijazah Yang Diunggah Dian Sandi, Dengan Ijazah Yang Dipamerkan di PN Jakarta Timur Dengan Ilmu Logika

7 November 2026

Optimalkan Pemanfaatan Tanah, Plh. Dirjen PPTR: Manfaat Nyata untuk Masyarakat

7 November 2026

Salah satu contoh menarik adalah komunitas adat Kasepuhan di kawasan Gelar Alam Ciptagelar, Sukabumi, Jawa Barat. Komunitas desa adat  yang dikenal mampu mempertahankan sistem ketahanan pangan secara mandiri melalui pengelolaan padi, lumbung pangan (leuit), serta tata kelola sumber daya alam yang berbasis nilai budaya dan spiritual. Mereka menanam padi hanya sekali dalam setahun, menjaga keseimbangan ekologi, serta memiliki aturan adat yang melarang eksploitasi berlebihan terhadap alam. Bahkan komunitas ini dikenal memiliki cadangan pangan yang mampu bertahan bertahun-tahun melalui sistem penyimpanan tradisional di leuit. Fenomena  menjadi menarik ketika dunia menghadapi ancaman krisis pangan akibat perubahan iklim, konflik geopolitik, dan gangguan rantai pasok global.

Page 1 of 6
12...6Next
Tags: Desa AdatDuniaGelar Alam CiptagelarKrisis Pangan
Previous Post

Nobar Piala Dunia dan Makan Bersama, Koramil 1710-02/Timika Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat

Next Post

MORA LPDP & DPMD Sukabumi Godok Replikasi Model Ketahanan Ekologis Kasepuhan Gelar

Related Posts

Ragam

Menganalisis Ijazah Yang Diunggah Dian Sandi, Dengan Ijazah Yang Dipamerkan di PN Jakarta Timur Dengan Ilmu Logika

7 November 2026
Ragam

Optimalkan Pemanfaatan Tanah, Plh. Dirjen PPTR: Manfaat Nyata untuk Masyarakat

7 November 2026
Ragam

Pemuda Berdampak: Satukan Gagasan, Bangun Gerakan Menuju Deklarasi Wilayah Kota Cilegon

7 November 2026
Ragam

Ekonomi Hijau Jadi Fokus Perencanaan Pembangunan Kalimantan Utara

7 November 2026
Ragam

DR. FACHRUL RAZI: PENYADAPAN PRESIDEN PRABOWO ADALAH MAKAR

7 November 2026
Ragam

KOGANA SUMUT DAN POLITEKNIK MEDAN JALIN MoU PENGEMBANGAN TEKNOLOGI KEBENCANAAN

6 November 2026
Next Post

MORA LPDP & DPMD Sukabumi Godok Replikasi Model Ketahanan Ekologis Kasepuhan Gelar

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021