JAKARTA || Bedanews.com – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda lepas tangan atas tuntutan ulama dan umat muslim agar merekomendasikan penolakan terhadap PT. Ormat Geothermal Indonesia, pemenang lelang pengelola proyek panas bumi Talaga Rano di Kabupaten Halmahera Barat.
Orang nomor satu di Pemprov Malut itu menyatakan, menyerahkan urusan PT. Ormat Geothermal Indonesia ke Pemerintah Pusat, ketika dikonfirmasikan aspirasi ulama dan umat muslim agar merekomendasikan penolakan PT. Ormat Geothermal Indonesia.
“Tanyakan ke Pemerintah Pusat,” jawab ia singkat menanggapi Konfirmasi media ini disela-sela acara pasar halal yang digelar Bank Indonesia Maluku Utara.
Menanggapi sikap Gubernur Maluku Utara ini, Muslim Arbi nampak geram.













