• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Jumat, April 24, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Dari Takjil ke Ketahanan Ekonomi

Dari Takjil ke Ketahanan Ekonomi

Hargib by Hargib
4 Maret 2026
in Ekonomi, Ragam
0
Prof.Dr.Hj.Lilis Sulastri.,S.Ag.,MM.,CPHRM.,CHRA.

Prof.Dr.Hj.Lilis Sulastri.,S.Ag.,MM.,CPHRM.,CHRA.

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Prof.Dr.Hj.Lilis Sulastri.,S.Ag.,MM.,CPHRM.,CHRA.

Guru Besar Ilmu Manajemen FEBI UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah ( MES) Kota Bandung

BeritaTerkait

Meneguhkan Istiqamah dan Etos Kerja Amanah untuk Keadilan Sosial

24 April 2026

Ketika Trump sebagai Panglima Tertinggi, Dianggap Lebih Berbahaya dari Musuh

24 April 2026

Dari Lapak Sederhana ke Harapan Keluarga

Setiap sore menjelang magrib, jalan-jalan kecil di berbagai kota di Indonesia berubah wajah. Trotoar, halaman masjid, pinggir pasar, hingga sudut perumahan mendadak ramai oleh lapak-lapak sederhana. Meja kayu, terpal plastik, spanduk seadanya, dan etalase kecil menjadi saksi geliat ekonomi rakyat. Di sanalah para penjual takjil dengan berbagai profesi seperti ibu rumah tangga, buruh lepas, pensiunan, mahasiswa, hingga korban PHK menggantungkan harapan hidup selama Ramadhan.

Sebut saja Ibu Siti, warga pinggiran Bandung, yang setiap ramadhan menjajakan kolak pisang, es campur, dan gorengan di depan rumahnya. Modal awal hanya dua ratus ribu rupiah. Namun dalam sehari, ia bisa memperoleh omzet lima ratus hingga tujuh ratus ribu rupiah. “Kalau Ramadhan, rezeki seperti dilapangkan,” tuturnya suatu sore. Penghasilan tersebut  bukan untuk gaya hidup, melainkan membayar sekolah anak, cicilan motor, dan kebutuhan dapur. Tidak ada kemewahan. Yang ada hanyalah perjuangan menjaga keberlangsungan keluarga.

Page 1 of 8
12...8Next
Tags: ekonomiketahanan ekonomiLilis SulastriRamadhanTakjil
Previous Post

Inilah 5 Amalan Sunah ketika Peristiwa Gerhana Bulan

Next Post

Makan Bergizi Gratis Meningkatkan Gizi dan Ekonomi Lokal

Related Posts

Ekonomi

Meneguhkan Istiqamah dan Etos Kerja Amanah untuk Keadilan Sosial

24 April 2026
Ragam

Ketika Trump sebagai Panglima Tertinggi, Dianggap Lebih Berbahaya dari Musuh

24 April 2026
Ragam

Sejarah Era Menteri Prof. Mu’thi, Anak TK Dapat Bantuan Rp. 450 Ribu Dari Pemerintah

24 April 2026
Ragam

Hadiri Forum Strategis Sumut 2027, Direktur UT Medan Dorong Sinergi Pembangunan SDM Berbasis Pendidikan Terbuka

24 April 2026
Ragam

Pemkot Metro Lampung, Terima Kunjungan Tim Survei KKDN UNHAN

24 April 2026
Ragam

BNNP Jateng Perkuat Peran Remaja Lewat Pelatihan Pendidik Sebaya Anti Narkotika, Dukung ANANDA BERSINAR

24 April 2026
Next Post
Sosialisasi program makan bergizi gratis di Depok

Makan Bergizi Gratis Meningkatkan Gizi dan Ekonomi Lokal

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021