KAB. BANDUNG || bedanews.com — Menerima informasi terkait keluhan siswa yang tidak diperbolehkan mengikuti ujian karena harus melunasi admimistrasi, H. Uya Mulyana.segera mendatangi keluarga siswa yang menurut kabar tidak mampu untuk melakukan klarifikasi perihal tersebut.
Legislator dari Fraksi PKB DPRD Kabupaten Bandung di Dapil 2 (dua) yang meliputi Kecamatan Margaasih, Margahayu, Katapang, dan Dayeuhkolot itu, menyebutkan, kalau masalah itu merupakan sudah tanggungjawab negara pimpinan, termasuk dirinya pribadi yang dipilih oleh masyarakat, “Makanya saya sengaja mendatangi rumah siswa tersebut sebelum mengunjungi sekolah untuk memastikan kebenarannya,” katanya melalui telepon selular, Kamis 7 Desember 2023.
Kang Uya sapaan akrabnya itu menuturkan, saat bersilaturahmi dengan keluarga siswa ia menerima pula kabar, masih banyak rekan sekolahnya yang semangat belajarnya sangat tinggi namun terbentur biaya karena orang tuanya yang sudah berusaha keras tapi tetap tidak mampu, dan tidak bisa memaksakan diri, sementara anaknya harus terus bersekolah. “Alhamdulillah persoalan tersebut sudah clear dan terselesaikan dengan baik antara siswa itu dengan sekolahnya,” ujarnya.
Secara global Kang Uya menvisualisasikan masih banyak masyarakat yang memanfaatkan situasi kemudahan sekolah, tapi bila terkait dengan administrasi susahnya kadangkala membikin geleng kepala. Ini jelas merupakan tantangan bagi dirinya, apalagi saat ini ia juga merupakan salah seorang pengelola Pondok Pasantren Darul Ma’arif.
Dari persoalan itu, ia mengharapkan semua bisa berpikir untuk tidak memanfaatkan situasi dan kondisi, jangan sampai terdengar kabar warga mampu tapi tidak mampu membayar. Seperti sekarang ini, ia membantu siswa miskin terdengar oleh warga lain yang mampu, yang ujungnya imgin mendapatkan perlakuan yang sama.
Bagi Fraksi PKB, baik itu Pusat, Provinsi, dan Daerah, sangat tanggap dengan persoalan itu, bahkan disebutkan Kang Uya, bagi warga yang memang betul-betul tidak mampu akan dibantu sampai menyelesaikan ujian sekolahnya.
Perlu juga digarisbawahi, ungkap Kang Uya, untuk mengetahui keberadaan atau kebenarannya kalau siswa itu tidak mampu, ia meminta bukti surat keterangan dari sekolah berapa jumlah yang harus dibayar. Kalau ada keterangan tersebut, ia berjanji akan mencari solusinya agar bisa segera tertanggulangi. Karena tidak ada ijazah akan menyulitkan warga saat mau melamar kerja.
Di kesempatan itu pula, Kang Uya menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Ketua Fraksi PKB DPR RI, H. Cucun Ahmad Syamsurijal, yang begitu tanggap dengan permasalahan pendidikan warga.
“Pak Haji Cucun itu akan selalu siap.membantu bagi siswa atau warga yang memang benar-benar tidak mampu terkait administrasi sekolah. Biasanya Pak Cucun akan meminta nomor rekening sekolah bersangkutan untuk menyelesaikannya,” tutup Kang Uya.***












