• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Sabtu, November 7, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Elpiji Langka, Pedagang Di Garut Merugi

Elpiji Langka, Pedagang Di Garut Merugi

Asep Budi by Asep Budi
21 Juni 2012
in Tak Berkategori
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Garut, BEDAnews

Kelangkaan gas elpiji isi 3 kilogram di wilayah Garut Utara terus meluas. Sekalipun ada, masyarakat harus menebus dengan harga mahal dan saat ini harga elpiji 3 kilogram tersebut mencapai Rp. 18.000. Kelangkaan itu terjadi sejak dua pekan lalu, mau tidak mau kini masyarakat banyak yang beralih ke kayu bakar untuk memasak. 

Kondisi ini kian menyulitkan masyarakat yang sudah tidak mendapat pasokan minyak tanah bersubsidi pasca program peralihan atau konversi dari minyak tanah ke gas.

Langkanya gas elpiji sepekan terakhir dikeluhkan pedagang makanan yang sehari-harinya sangat bergantung ketersediaan elpiji. Sebut saja Maman, pedagang yang biasa mangkal dikawasan alun-alun Blubur Limbangan.

BeritaTerkait

Koops TNI Habema Amankan Tujuh Senjata dalam Operasi Gabungan di Yahukimo

7 November 2026

Tim Wasev TMMD Ke-130 Tinjau Pembangunan MCK, Pastikan Fasilitas Sanitasi Warga Yamboi Berkualitas

7 November 2026

Untuk keperluan memasak ia terpaksa merogoh saku lebih dalam untuk membeli gas elpiji ukuran 3 kilogram sebesar Rp. 18 ribu, yang biasanya paling mahal hanya Rp. 14 ribu. Itupun kalau stok gas ada di pengecer atau agen.

Sejak dua hari terakhir ini, ia terpaksa berhenti berdagang karena tidak mendapatkan elpiji, padahal ia harus mempekerjakan dua orang pembantunya.

Tidak tersedianya elpiji juga dirasakan Yani, ibu rumah tangga yang tinggal di daerah kampung Jati, Limbangan Barat. Ia terpaksa harus membeli elpiji tabung 12 kilogram seharga Rp. 84 ribu rupiah. Padahal biasanya hanya Rp. 79 ribu.

Baik Maman maupun Yani berharap pemerintah memperhatikan masyarakat kecil. Karena sejak diberlakukannya konversi minyak tanah ke gas, harga gas dan kelangsungan ketersediaan gas tidak menentu. (Yuyus)

Previous Post

Panwaslu Cimahi Hentikan Laporan Pasangan Imam

Next Post

Pria Bertato Tewas Ditusuk Teman Sendiri

Related Posts

TNI-POLRI

Koops TNI Habema Amankan Tujuh Senjata dalam Operasi Gabungan di Yahukimo

7 November 2026
TNI-POLRI

Tim Wasev TMMD Ke-130 Tinjau Pembangunan MCK, Pastikan Fasilitas Sanitasi Warga Yamboi Berkualitas

7 November 2026
TNI-POLRI

Danpaspampres Mayjen TNI Edwin Adrian Sumantha: Mengawal Presiden Sebagai Kepala Negara, Tanggung Jawab Besar

7 November 2026
TNI-POLRI

Tim Wasev TMMD Ke-130 Terjang Medan Terjal, Pastikan Sumber Air Bersih Warga Yamboi

7 November 2026
TNI-POLRI

Perkuat Toleransi, Kapolres Demak Bangun Sinergi dengan Jemaat GKJ

7 November 2026
Ragam

Optimalkan Pemanfaatan Tanah, Plh. Dirjen PPTR: Manfaat Nyata untuk Masyarakat

7 November 2026
Next Post

Pria Bertato Tewas Ditusuk Teman Sendiri

Please login to join discussion

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021