KAB. BANDUNG || bedanews.com — Bahasa Indung (daerah) merupakan kultivasi kekayaan suatu bangsa yang memerlukan kepedulian masyarakatnya dalam melestarikannya, salah satunya melalui sikap dan prilaku dari masyarakatnya itu sendiri.
Bahasa Sunda menurut Universitas Harvard, merupakan rangkaian bahasa sansekerta yang menvisualisasikan keindahan rangkaian kata, jadi dikatakan salah seorang tokoh Sunda, Respati, tidak ada alasan untuk tidak membiasakan berbahasa indung.
“Kalau ada yang merasa malu berbahasa Sunda berarti mereka merupakan Orang Sunda keturunan, sehingga malu menggunakan bahasa daerah sebagai sarana komunikasi antar sesama,” katanya di Soreang, Kamis 19 Mei 2022.
Ironisnya disebutkan Respati, warga pelosok pun sekarang banyak ditemui berbahasa Indonesia. Namun ia juga merasa prihatin dengan hal tersebut, karena bahasa yang dipergunakan orang-orang tersebut begitu campur aduk atau campuran.













