Cimahi, BEDAnews
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Cimahi, siap berkoalisi dengan dua partai nasionalis yaitu PDIP dan Gerindra dalam pemilihan walikota Cimahi September mendatang.
“Kami siap berkoalisi dengan partai lain dan non partai dalam pemilukada Cimahi, bahkan dua partai akan digandeng PKS yaitu PDIP dan Gerindra, karena kami tak mungkin sendiri menghadapi Pemilukada ini,” ungkap Ketua DPD PKS Kota Cimahi Santoso Anto.
Anto melanjutkan, pada Pemilukada tahun ini, PKS Cimahi mencoba untuk bergabung dengan partai lain, karena untuk memajukan Kota Cimahi tak bisa dilakukan sendirian.
PKS siap menerima partai lain yang akan bergabung. Malahan PKS pun tak ngotot untuk menjadi orang nomor satu. ”Jika ada figur lain yang dipandang lebih diterima oleh masyarakat, bisa saja balon dari PKS menjadi orang nomor dua, hal itu tergantung situasi yang berkembang,” ujarnya.
Dikatakannya, Dewan Pimpinan Wliayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Barat pada 8 Mei 2012 menetapkan nama H. Supiyardi sebagai bakal calon walikota yang diusung PKS, sesuai Surat bernomor 004/SKEP/AJ-PKS/VI/1433 yang sebelumnya nama Supiyardi direkomendasikan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS.
Terkait dengan sejumlah nama yang sebelumnya muncul sabagai bakal calon, Anro menyebut bahwa ditubuh PKS penetapan nama Supiyardi sudah tak masalah, karena pengusungan balon berasal dari kader partai. Semua kader PKS sudah mendukung ketetapan DPW PKS Jabar soal pegusungan bakal calon ini.
Sementara itu, H. Supiyardi mengatakan, penetapan DPW PKS Jabar kepada dirinya sebagai bakal calon dari PKS merupakan amanah yang sangat berat, namun karena ini merupakan perintah partai hal itu harus dilaksanakan.
Sebagai kader partai yang juga seorang pengusaha, Supiyardi berencana akan mewujudkan ekonomi kerakyatan di Kota Cimahi. ”Jika saya bias melaksanakan amanah ini saya ingin supaya pelaku UKM di Kota Cimahi bias lebih berdaya lagi,” jelasnya. (M.Fachry)











