Jakarta, BEDAnews
Walikota Bandung Dada Rosada menerima penghargaan sebagai pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tingkat Kota/Kabupaten, dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang diserahkan langsung oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar pada acara malam anugerah K3 2012 di SMESCO center, Jakarta Rabu (25/4) malam.
Ada sekitar 20 Kepala daerah Kab/Kota lainnya yang menerima penghargaan serupa, selain Walikota Bandung, seperti Bupati Langkat, Bupati Majalengka, Walikota Jakarta Selatan, Walikota Balikpapan, dan Bupati Indramayu. Sementara itu untuk kepala daerah tingkat provinsi diberikan kepada 15 Gubernur. Selain itu juga penghargaan diberikan kepada 739 perusahaan yang berhasil meraih penghargaan kecelakaan nihil (Zero Accident) tahun 2012.
Jumlah perusahaan zero accident ini meningkat sebesar 44,3% (227 perusahaan) dibanding tahun 2011 yang berjumlah 512 perusahaan. Sedangkan penghargaan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) diberikan kepada 254 perusahaan yang berhasil menerapkan SMK3 berdasarkan evaluasi hasil audit dari Lembaga Audit. Jumlah ini meningkat 6,7% dibanding tahun 2011 yang sebanyak 238 perusahaan.
Atas diraihnya penghargaan tersebut, Walikota Bandung Dada Rosada merasa bersyukur, dan berharap setelah itu pelayanan kepada masyarakat akan lebih baik lagi.
“Tentunya pertama-tama kita merasa bersyukur atas diraihnya penghargaan ini, dan mudah-mudahan setelah ini pelayanan kita kepada masyarakat akan lebih meningkat lagi, dan tentu saja saya juga mengucapkan terima kasih kepada warga Kota Bandung atas dukungannya sehingga penghargaan ini dapat kita raih,” ujar Dada Rosada setelah menerima penghargaan K3.
Lebih lanjut dikatakan oleh Dada Rosada tingkat kecelakaan kerja di Kota Bandung dari tahun ke tahun semakin menurun, bahkan berupaya agar bisa nol persen tingkat kecelakaannya. “Tetapi tentu saja upaya untuk menjadikan nol persen ini tergantung kepada beberapa faktor pendukung seperti pekerjanya sendiri, pengawasan, fasilitas kerja, keterampilan dan lingkungan kerjanya,” jelas Dada.
Dada juga bersyukur apabila di Kota Bandung suasana kerja dirasakan sangat kondusif, hal ini bisa dilihat dari jarangnya demo-demo dari para pekerja perusahaan. “Alhamdulillah di Bandung suasananya kondusif, dan demo juga jarang terjadi,” tegasnya.
Terkait dengan sambutan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang mengatakan akan ada 22 persen usia produktif baru. Menurut Dada data nasional tersebut, termasuk di dalamnya data Kota Bandung. Dari aspek pendidikan kejuruan Kota Bandung, Dada menilai optimis, karena di Bandung ada sekitar 15 SMK Negeri dan 90 SMK swasta. “Dari sisi kejuruan kita siap untuk hal tersebut,” ujar Dada.
Dada juga menuturkan di Kota Bandung program pemagangan juga sudah berjalan dengan baik. Pemagangan tersebut menurutnya bukan hanya dilakukan di tingkat lokal atau Indonesia saja tetapi juga sudah dilakukan pemagangan sampai ke luar negeri. “Pemagangan bagi para calon tenaga kerja sudah kita lakukan bukan hanya di tingkat lokal, tetapi juga sudah dilakukan sampai ke luar negeri,” pungkas Dada. (Heru)











