• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Sabtu, November 7, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Madrasah Menjamur, Tapi Tak Disertai Kualitas Memadai

Madrasah Menjamur, Tapi Tak Disertai Kualitas Memadai

Asep Budi by Asep Budi
26 April 2012
in Tak Berkategori
5
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Garut, BEDAnews

Berdasarkan standar nasional pendidikan tahun 2014, Departemen Agama (Depag) Kabupaten Garut mempunyai tugas yang sangat berat bagi madrasah. Berbeda dengan dunia pendidikan di lingkungan diknas yang mendapat dukungan penuh dari departemennya, Madrasah memiliki segala keterbatasan karena 975 Madrasah dikelola oleh masyarakat, dan sisanya adalah negeri.

Hal itu menjadi kekhawatiran, karena dengan diberlakukannya standar nasional pendidikan, paling tidak ada persoalan sarana, prasarana, kurikulum dan top leader di Madrasah harus ditingkatkan.

Demikian diungkapkan Kasi. Mapenda Kantor Depag Kabupaten Garut Drs, H. Cece Hidayat, M.Ag., saat ditemui di dalam Rapat Koordinasi Pendidikan 2012 yang digelar di Hotel Sabda Alam, Cipanas, Selasa, (24/04).

BeritaTerkait

Perkuat Toleransi, Kapolres Demak Bangun Sinergi dengan Jemaat GKJ

7 November 2026

Optimalkan Pemanfaatan Tanah, Plh. Dirjen PPTR: Manfaat Nyata untuk Masyarakat

7 November 2026

Tujuan dari pertemuan ini sendiri adalah untuk menyamakan persepsi para kepala Madrasah, agar program Mapenda Depag sama dengan program para kepala Madrasah. “Kedepannya akan semakin banyak kegiatan yang terkait dengan peningkatan mutu madrasah, kita akan mengundang para nara sumber yang berkompeten, kita akan mendengar keluhan keluhan, saran, yang kita akan sama sama cari solusinya, walaupun waktunya dirasa sedikit,” ujar Cece.

Pada pertemuan tersebut, dibahas pengembangan kurikulum, dan untuk kepentingan peningkatan mutu ini, Mapenda meminta kepada para kepala Madrasah untuk meningkatkan RAPBM sebesar 5%. “Kalau tidak mencapai 55, maka RAPBM tidak akan di ACC,” ujar Cece.

Menurut Cece, jumlah Madrasah yang menjamur di Kabupaten Garut tidak disertai dengan kualitas yang memadai, sehingga walaupun banyak namun kualitasnya jauh dengan sekolah umum swasta dan pemerintah.

“Kita juga akan upayakan sistem pendidikan di Madrasah itu Linear, lulusan Raudatul Atfhal (RA) diusahakan masuk ke Madrasah Ibtidaiyah (MI), kemudian ke Madrasah Tsanawiyah (Mts) dan ke Madrasah Aliyah (MA). Tidak seperti sekarang, banyak yang lulusan MI tapi kemudian dicaplok oleh SMP negeri atau swasta," ungkapnya. (Yuyus)

Previous Post

Terorist Jabar Sarankan PKS Berkoalisi Dengan PDIP

Next Post

Diskominfo Kota Bandung Gelar Bimtek Keterbukaan Informasi Publik

Related Posts

TNI-POLRI

Perkuat Toleransi, Kapolres Demak Bangun Sinergi dengan Jemaat GKJ

7 November 2026
Ragam

Optimalkan Pemanfaatan Tanah, Plh. Dirjen PPTR: Manfaat Nyata untuk Masyarakat

7 November 2026
Ragam

Pemuda Berdampak: Satukan Gagasan, Bangun Gerakan Menuju Deklarasi Wilayah Kota Cilegon

7 November 2026
TNI-POLRI

Misa Ekaristi TNI-Polri di Polda Kaltim, Perkuat Iman dan Kebersamaan dalam Pengabdian

7 November 2026
TNI-POLRI

Kodim Ponorogo Gelar Do’a Syukur Peringati Hari Pahlawan 2026

7 November 2026
Ragam

Ekonomi Hijau Jadi Fokus Perencanaan Pembangunan Kalimantan Utara

7 November 2026
Next Post

Diskominfo Kota Bandung Gelar Bimtek Keterbukaan Informasi Publik

Please login to join discussion

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021