Garut, BEDAnews
Ratusan calon tenaga pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Garut, segera mengikuti seleksi yang akan dilaksanakan oleh tim Kemensos RI di Sekretariat PKH, di kantor Disnakertansos Kabupaten Garut.
"Dua puluh empat orang akan dinyatakan lulus sebagai tenaga pendamping PKH Garut 2012 sesuai dengan jumlah kuota yang ditentukan untuk empat kecamatan yaitu Kecamatan Bayongbong, Kecamatan Malangbong, Kecamatan Banjarwangi dan Kecamatan Cisompet,” demikian disampaikan Kasie Balinsos Disnakertransos Kabupaten Garut, Tarya SN, saat ditemui di ruang kerjanya.
Dari 20 kecamatan, kuota yang diajukan Disnakertransos Kabupaten Garut hanya empat kecamatan yang disetujui oleh pusat, sehingga tahun ini masih banyak kecamatan yang belum disentuh PKH.
Kedepannya akan tetap diusulkan, sehingga PKH menyentuh semua kecamatan dengan tujuan menekan angka kemiskinan, ungkap Tarya seraya menambahkan bahwa program PKH ini dimaksudkan untuk menurunkan jumlah masyarakat miskin melalui bantuan dana tunai bersyarat.
Pada kesempatan tersebut, Tarya berharap Badan Pusat Statistik (BPS) Garut dapat benar-benar memiliki akurasi tinggi dalam pendataan jumlah penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan, atau Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) di Garut, jangan sampai salah sasaran, serta dilapangan nanti tidak terjadi komplain. “Kami juga berharap, tim penguji untuk lebih selektif dalam rekruitmen PKH,” tandasnya.
Sementara itu, Disnakertansos Kabupaten Garut Bidang Banjam Resos/Balinsos, kini tengah konsentrasi memberikan bantuan logistik terhadap beberapa kecamatan, khususnya wilayah Garut Selatan yang terkena bencana seperti banjir bandang, longsor dan lainnya.
Penanggulangan tanggap darurat tersebut, aku Tarya SN, itu melalui bantuan APBN sebesar Rp. 20 juta per perbulannya. Sementara bantuan dari APBD Kabupaten Garut, saat ini belum tersedia. (Yuyus)











