• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Minggu, November 8, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home ยป UN Jadikan Pendidikan Moral Hancur

UN Jadikan Pendidikan Moral Hancur

Asep Budi by Asep Budi
28 April 2013
in Tak Berkategori
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Cimahi, BEDAnews

Ujian Nasional (UN) ditengarai jadi penyebab hancurnya pendidikan moral. Pasalnya tak memberikan kontribusi bagi kuatitas pendidikan. “UN jadi ajang pendidikan moral hancur moral hancur, pemerintah dinilai tidak cerdas, karena siswa ditentukan keberhasilan dengan hanya empat hari ujian, sehingga banyak siswa yang stress, padahal factor keberhasilan siswa sangat banyak,” kata Jubaedah, seorang prkatisi pendidikan di Kota Cimahi, Jum’at (26/4).

Dia mencontohkan, ada sebuah SMP di Kota Bandung NEM nya sembilan semua, dibandingkan yang hanya tujuh namun hasilnya yang nemnya 9 semua ranking terakhir, sedangkan yang Nemnya 7 lebih baik, bahkan masuk tiga besar.

Ada lagi lulusan dari sebuah SMP negeri NEM nya tiga besar se SMA tapi pas mengikuti pelajaran, tidak ada apa-apanya. Akibat hal itu banyak berbagai pihak berusaha berlaku curang, ujung-ujungnya soal UN ada yang bocor, supaya siswa disebuah sekolah mendapatkan hasil UN yang baik, demi gengsi sekolah tersebut.

Pelaksanaan UN akhirnya berbentuk abu-abu belum memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas pendidikan. UN dirasakan tidak dibutuhkan, namun yang lebih diharapkan adalah menyamaratakan sarana dan kualitas pendidikan. “Yang lebih mengetahui kualitas anak didik adalah para guru dan pendidik di sekolah masing-masing, bukan pemerintah,” ucap dia.

Menurutnya, akibat sarana dan kulitas pendidikan yang kurang merata lah yang harus lebih diperhatikan pemerintah, sedangkan kelulusan diserahkan sepenuhnya kepada pihak sekolah. Karena jika kondisi sarana dan kualitas yang masih belum merata, tak mungkin mutu lulusan sekolah akan maksimal sesuai harapan.

“Ada perbedaan yang mencolok tentang sarana pendidikan diberbagai daerah. Ha itulah yang mestinya digenjot pemerintah, bukannya menguji murid secara nasional untuk menentukan kelulusan,” tandas dia. (Bubun M)

BeritaTerkait

PENYELAM TNI AL DAN TIM GABUNGAN BERHASIL EVAKUASI FDR DAN EKOR HELIKOPTER MI-17V5 HA-5235

8 November 2026

Pantang Menyerah, Satgas TMMD Ke-130 Bersama Masyarakat Lanjutkan Pembangunan Jembatan

8 November 2026
Previous Post

Ajaran Al-Idrisiyyah Diduga Sesat

Next Post

Perhutani Imbau Petani Garut Beralih ke Tanaman Pencegah Longsor

Related Posts

TNI-POLRI

PENYELAM TNI AL DAN TIM GABUNGAN BERHASIL EVAKUASI FDR DAN EKOR HELIKOPTER MI-17V5 HA-5235

8 November 2026
TNI-POLRI

Pantang Menyerah, Satgas TMMD Ke-130 Bersama Masyarakat Lanjutkan Pembangunan Jembatan

8 November 2026
TNI-POLRI

Penekanan Katim Wasev TMMD Ke-130 : Pentingnya Menjaga Solidaritas dan Kekompakan dengan Masyarakat

8 November 2026
TNI-POLRI

Kodim Banyumas Rampungkan Pembangunan Jalan dan Perluas Akses Air Bersih

8 November 2026
TNI-POLRI

Dandim Ponorogo Hadiri Health Creativ Showcase Hari Kesehatan Nasional Tahun 2026

8 November 2026
Ragam

Metamorfosa (Pelajaran) dari Joko Widodo (1)

8 November 2026
Next Post

Perhutani Imbau Petani Garut Beralih ke Tanaman Pencegah Longsor

Please login to join discussion

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com ยฉ 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com ยฉ 2021