Garut, BEDAnews
Juru Malaria Desa kabupaten Garut, yang ditugaskan di beberapa tempat endemis malaria di Kabupaten Garut. Sesuai dengan peringatan Hari Malaria Sedunia pada tahun 2013 ini mengambil tema global yaitu “Invest in the future, defeat malaria”, yang mengandung pengertian bahwa menanggulangi Malaria adalah investasi untuk masa depan. Sementara untuk tema Nasional adalah “Bebas malaria Investasi Masa Depan Bangsa.
Menurut Edi, dipilihnya tema ini didasarkan pada kenyataan bahwa malaria saat ini masih merupakan salah satu ancaman bagi kesehatan masyarakat. Malaria berpengaruh pada tingginya angka kesakitan dan kematian bayi, balita dan ibu hamil serta berakibat menurunnya kualitas sumber daya manusia serta produktivitas kerja.
Salah satu langkah upaya untuk membebaskan masyarakat dari malaria dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta produktivitas kerja, kita sebut sebagai Elimminasi Malaria. Upaya ini, sesuai dengan ungkap Menteri Kesehatan RI dr.Nafsiah M.boi,Sp.A.MPH langkah investasi guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Eliminasi malaria diharapkan akan turut mengatasi kemiskinan dan ketertinggalan masyarakat, khususnya di daerah-daerah endemis Malaria, yang umumnya terletak di desa-desa terpencil dengan sarana transfortasi sulit, serta tingkat sosial ekonomi rendah. Sebagaimana di canangkan Presiden, Eliminasi malaria ditujukan untuk membebaskan malaria pada tahun 2030 mendatang.
Kata Eddi, pada tahun 2013 ini mengambil tema global yaitu “Invest in the future, defeat malaria”, yang mengandung pengertian bahwa menanggulangi Malaria adalah investasi untuk masa depan. Sementara untuk tema Nasional adalah “Bebas malaria Investasi Masa Depan Bangsa”.
Ditegaskannya, dipilihnya tema ini didasarkan pada kenyataan bahwa malaria saat ini masih merupakan salah satu ancaman bagi kesehatan masyarakat. Malaria berpengaruh pada tingginya angka kesakitan dan kematian bayi, balita dan ibu hamil serta berakibat menurunnya kualitas sumber daya manusia serta produktivitas kerja.
Upaya membebaskan masyarakat dari malaria dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta produktivitas kerja, kita sebut sebagai Elimminasi Malaria. Upaya ini, adalah langkah investasi guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Eliminasi malaria diharapkan akan turut mengatasi kemiskinan dan ketertinggalan masyarakat, khususnya di daerah-daerah endemis Malaria, yang umumnya terletak di desa-desa terpencil dengan sarana transfortasi sulit, serta tingkat sosial ekonomi rendah. Sebagaimana di canangkan Presiden, Eliminasi malaria ditujukan untuk membebaskan malaria pada tahun 2030 mendatang.
Guna mencapai hasil maksimal pada upaya pengendalian Malaria ini, dengan melibatkan semua komponen masyarakat, program ini akan dilaksanakan secara terus-menerus. Untuk itu pinta Nafsiah, program nasional ini agar dilaksanakan oleh seluruh jajaran kesehatan di seluruh tanah Air.
Semua jajaran kesehatan harus melakukan langkah-langkah sebagai berikut, diantaranya: melakukan penemuan dini orang yang diduga sakit malaria, untuk diperiksa dan diobati. Dan Pemerintah menyediakan obat anti malaria Gratis di seluruh puskesmas dan Rumah Sakit meningkatkan akses masyarakat pada pelayanan kesehatan yang komprehensif dan bermutu serta menjangkau masyarakat di daerah terpencil; serta berbagai langkah lainnya.
Sementara itu berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, merupakan salah satu daerah endemis Malaria di Jawa Barat, selain Ciamis,Tasikmalaya, Cianjur dan Sukabumi. Disebutkan endemis, kata Kasi Pelayanan Kesehatan dan Rujukan Dinkes Garut, Tatang Wahyudin, Amk,S.Sos, kepada BEdaanews.com mengatakan. Karena sepanjang tahun di Garut selalu ditemukan penduduk yang menderita penyakit malaria.
Untuk Garut sendiri, endemis malaria ada di tujuh kecamatan. Yaitu Caringin, Bungbulang, mekarmukti, Pakenjeng, pameungpeuk, Cikelet dan Cibalong.











