• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Minggu, November 8, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home ยป Tiga Ribu Hektare Lahan Perhutani Garut Rawan Longsor

Tiga Ribu Hektare Lahan Perhutani Garut Rawan Longsor

Asep Budi by Asep Budi
28 April 2013
in Tak Berkategori
1
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Garut, BEDAnews

KPH Perhutani Garut mencatat seluas 3.000 hektare lahan tersebar di Kabupaten Garut, Jawa Barat, rawan longsor karena ditanami jenis sayur-sayuran. "Kisaran ada 3.000 hektare lahan yang ditanam tamanan bukan seharusnya tapi tanaman musiman," kata Kepala Urusan Hukum Agraria, dan Kehumasan, Perhutani Garut, Jaenal Abidin, saat ditemui BEdanews.com Jumat (26/4).

Ia mengatakan, lahan Perhutani dalam ancaman longsor terdapat di kawasan bekas letusan gunung berapi dengan kemiringan lereng diatas 25 derajat. Sehingga, Masyarakat yang masih bertahan menanam jenis sayuran itu, kata Jaenal, di antaranya daerah Bayongbong, Pasirwangi, Kamojang, Cisurupan dan Cikuray serta sejumlah daerah lainnya wilayah Garut selatan.

"Lahan dengan kemiringan diatas 25 derajat itu tidak boleh digarap dengan tanaman sayur-sayuran karena bisa longsor," kata Jaenal. Ia menjelaskan, lahan 3.000 hektare itu seharusnya ditanami tanaman tahunan seperti buah-buahan atau kopi.

Perhutani, kata Jaenal, sudah mensosialisasikan dan mengajak masyarakat melalui Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) untuk beralih tanam bukan jenis sayur-sayuran. "Pembinaan, pengarahan sudah dilakukan dengan kelembagaan yaitu LMDH agar kawasan hutan itu jangan ditanami sayuran," katanya.

Ia berharap, ada kerja sama dengan pemerintah daerah untuk mengajak masyarakat sekitar hutan agar mau beralih tanam ke kopi atau tanaman hutan lainnya yang memiliki nilai ekonomis.

Jika masyarakat terus mempertahankan pola tanam jenis sayuran, Jaenal khawatir bencana longsor sewaktu-waktu terjadi seperti di kawasan Puncak Lancang, Kamojang, Kecamatan Samarang, menimbun tiga orang petani saat berkebun di lereng.

Agar bencana longsor tidak terjadi kembali didaerah lainnya di Garut, Jaenal berharap masyarakat mau beralih tanam pada tanaman yang mampu mencegah terjadinya longsor. "Seperti beralih ke kopi ini bukan suatu pembenaran, tapi bisa memberikan dampak mencegah terjadinya bencana seperti longsor," katanya.(Sighar)

BeritaTerkait

PENYELAM TNI AL DAN TIM GABUNGAN BERHASIL EVAKUASI FDR DAN EKOR HELIKOPTER MI-17V5 HA-5235

8 November 2026

Pantang Menyerah, Satgas TMMD Ke-130 Bersama Masyarakat Lanjutkan Pembangunan Jembatan

8 November 2026
Previous Post

Korupsi Anggaran Pos Yandu, Harus Lakukan Penyidikan Lebih Mendalam

Next Post

Dinkes Garut Sebar Juru Malaria Desa

Related Posts

TNI-POLRI

PENYELAM TNI AL DAN TIM GABUNGAN BERHASIL EVAKUASI FDR DAN EKOR HELIKOPTER MI-17V5 HA-5235

8 November 2026
TNI-POLRI

Pantang Menyerah, Satgas TMMD Ke-130 Bersama Masyarakat Lanjutkan Pembangunan Jembatan

8 November 2026
TNI-POLRI

Penekanan Katim Wasev TMMD Ke-130 : Pentingnya Menjaga Solidaritas dan Kekompakan dengan Masyarakat

8 November 2026
TNI-POLRI

Kodim Banyumas Rampungkan Pembangunan Jalan dan Perluas Akses Air Bersih

8 November 2026
TNI-POLRI

Dandim Ponorogo Hadiri Health Creativ Showcase Hari Kesehatan Nasional Tahun 2026

8 November 2026
Ragam

Metamorfosa (Pelajaran) dari Joko Widodo (1)

8 November 2026
Next Post

Dinkes Garut Sebar Juru Malaria Desa

Please login to join discussion

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com ยฉ 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com ยฉ 2021