Sementara itu, KRI Karotang-872 yang dikomandani oleh Mayor Laut (P) Rochmatus Syolikhin melakukan patroli sektor dan manuver penyekatan di wilayah perairan Pulau Berhala untuk menutup ruang gerak kapal penyelundup. Penyekatan tersebut membuat para pelaku kriminal terdesak dan melarikan diri dikarenakan kapal cepat (High Speed Craft) mereka mengalami kerusakan mesin serta berusaha menyembunyikan barang jarahan mereka di medan sulit di sekitar Pantai Penyusuk.
Tim Gabungan TNI AL kemudian bergerak untuk melakukan penyisiran intensif di area pesisir dan menemukan 81 karung (kampel) bijih timah basah yang disembunyikan di antara celah bebatuan di Pantai Penyusuk. Temuan ini bukan sekadar bijih timah biasa, namun dari hasil investigasi mengungkap sebuah Modus Operandi Baru yang sangat berbahaya bagi stabilitas ekonomi nasional dimana para pelaku mengambil langsung hasil tambang dari Ponton Isap Produksi (PIP) di laut untuk langsung dibawa ke luar negeri tanpa melalui proses lobby (pemisahan).












