Oleh: Fikri Fakhruddin (Wakil Ketua PC PMII Jakarta Timur)
JAKARTA || Bedanews.com – Belakangan ini, publik dihebohkan oleh kemunculan simbol bajak laut fiksi bendera One Piece, keadaan itu melahirkan reaksi masyarakat yang beragam, dari yang menertawakannya hingga yang menilainya sebagai bentuk tidak serius pemerintah dalam menyikapi masa depan bangsa.
Namun, perlu disampaikan bahwa cara kita memperlakukan simbol dalam konteks politik seharusnya tidak berhenti pada lapisan permukaan. Gimmick atau simbol hanyalah alat komunikasi. Apa yang lebih penting adalah narasi yang dibawanya, dan arah ideologis yang mengikutinya. Sebuah bangsa yang dewasa tidak semestinya larut dalam wacana simbolik semata, tetapi harus mampu menembus makna yang lebih dalam dari setiap peristiwa politik yang terjadi.













