EkonomiKomunitas

7 Pilar, Komunitas Bisnis Kekinian

BANDUNG, BEDAnews.com – Banyak orang mengatakan kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Ide atau gagasan kreatif sering lahir dari pemikiran yang lama bertengger tapi tak juga direalisasikan. Demikian juga dengan proses kelahiran 7 Pilar yang merupakan suatu wadah bersama yang bergerak dalam bidang koperasi dan bisnis.

Sang penggagas 7 Pilar, Vonny Hamid mengungkapkan, bahwa 7 Pilar dibentuk dari gagasannya yang sudah lama ingin membentuk komunitas pertemanan, tapi saling menguntungkan dan berkah.

Menurut Vonny, wadah ini bukan sekedar untuk kumpul-kumpul yang tiada artinya. Nama 7 Pilar merupakan simbol dari 7 orang sehati yang melangkah bersama, untuk mencapai kesuksesan bersama.

“Programnya adalah memajukan pelaku Usaha Kecil Menengah ((UKM) seperti pemberian bantuan permodalan dan mengangkat produk-produk UKM untuk dipasarkan bukan hanya di Jawa Barat, tapi di seluruh Indonesia, bahkan ke mancanegara nantinya,” jelas aktivis pegiat sosial ini kepada Bedanews.com, Kamis (25/06/2020).

Diungkapkan Vonny yang juga sebagai Ketua Umum 7 Pilar, para pelaku UKM yang mempunyai produk bagus, enak dan menarik tapi kesulitan modal, bisa mendapat bantuan permodalan dari koperasi yang didirikan, sekaligus sebagai sarana untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya.

“Sekarang ini 7 Pilar masih dalam penggodokan, namun 7 Pilar juga sudah terbentuk di 7 provinsi, dan akan launcing sekitar bulan September 2020 mendatang,” ujar Vonny.

Vonny menambahkan, produk yang akan diluncurkan pun amat variatif, mulai dari sembako, produk makanan dan minuman, fashion, tas, dan alat-alat rumah tangga semuanya ada.

“Produk-produk itu semua dari teman, oleh teman, untuk teman,” ujar Ketua Umum 7 Pilar ini penuh optimis.

Adapun  pendiri 7 pilar itu adalah, Vonny Hamid, Renny Galuh, Linda Anwar, Resti Handini, Tieta Safitri, Naila Bachmid dan Tiara Hardian. Mereka selalu mengadakan pertemuan rutin untuk membicarakan program-program kreatif dan kekinian sesuai kemajuan teknologi dan zaman. Dari Dresscode yang inspiratif kreatif, termasuk juga tema pertemuan, produk atau makanan, dan pengemasan yang serba kekinian. (Siti Sundari)

Selanjutnya

Related Articles

Back to top button
Close