• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Sabtu, November 7, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home ยป 397.563 Siswa Di Jabar Ikuti UN

397.563 Siswa Di Jabar Ikuti UN

Asep Budi by Asep Budi
16 April 2012
in Tak Berkategori
2
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Bandung, BEDAnews

Sedikitnya 397.563 siswa SMA/SMK/MA di Jawa Barat siap mengikuti Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/SMK/MA yang akan dilaksanakan serentak Senin (16/4) ini di seluruh wilayah Indonesia.

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat memastikan seluruh naskah soal UN sudah sampai dan didistribusikan ke semua wilayah di Jawa Barat sejak H-2 atau Sabtu (14/4).

"H-2 semua naskah sudah ke daerah. Pada H-1 atau Minggu (15/4), sudah masuk ke masing-masing subrayon di semua daerah. Dan secara umum distribusi berjalan lancar dan tidak ada kendala berarti," ujar Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Wahyudin Zarkasyi kepada wartawan (15/4).

BeritaTerkait

Perkuat Toleransi, Kapolres Demak Bangun Sinergi dengan Jemaat GKJ

7 November 2026

Optimalkan Pemanfaatan Tanah, Plh. Dirjen PPTR: Manfaat Nyata untuk Masyarakat

7 November 2026

Dia menjamin semua pelaksana UN di Jawa Barat sudah siap melaksanakan UN. Kali ini sebanyak 397.563 siswa akan mengikuti UN yang digelar selama empat hari ke depan untuk SMA/MA dan tiga hari untuk SMK. Jumlah itu, terdiri dari siswa SMA sebanyak 157.686 siswa yang tersebar di 1.297 sekolah, siswa MA sebanyak 40.378 siswa yang tersebar di 855 sekolah, dan siswa SMK sebanyak 199.499 siswa yang tersebar di 1.588 sekolah.

Menurut Wahyudin, untuk pengawas harus silang dengan sekolah lain dalam satu wilayah di kabupaten/kota. Pengawas ruang ujian harus berasal dari guru yang mata pelajarannya tidak sedang diujikan.

"Jangankan mengawas, guru yang mata pelajarannya sedang diujikan bahkan tidak boleh berada di sekitar sekolah pada saat ujian berlangsung. Kalaupun dalam keadaan darurat dan tidak ada lagi pengawas, boleh dari sekolah tersebut tapi tetap tidak boleh guru yang mata pelajarannya sedang diujikan," terangnya.

Dikatakanya, UN sekarang akan lebih ketat. Ketika ujian berlangsung, siapapun tidak diperkenankan untuk masuk ke ruang ujian. Kalaupun ada pemantauan yang dilaksanakan oleh pihak manapun termasuk pejabat publik seperti gubernur, walikota, atau bupati, hanya boleh dilaksanakan di luar ruang ujian. "Jadi siapapun tidak boleh masuk," tandasnya. (Hargribs)

Previous Post

Kesadaran Akan Zakat Profesi PNS Kota Bandung Masih Rendah

Next Post

Pilwabup Garut Digelar Mei 2012

Related Posts

TNI-POLRI

Perkuat Toleransi, Kapolres Demak Bangun Sinergi dengan Jemaat GKJ

7 November 2026
Ragam

Optimalkan Pemanfaatan Tanah, Plh. Dirjen PPTR: Manfaat Nyata untuk Masyarakat

7 November 2026
Ragam

Pemuda Berdampak: Satukan Gagasan, Bangun Gerakan Menuju Deklarasi Wilayah Kota Cilegon

7 November 2026
TNI-POLRI

Misa Ekaristi TNI-Polri di Polda Kaltim, Perkuat Iman dan Kebersamaan dalam Pengabdian

7 November 2026
TNI-POLRI

Kodim Ponorogo Gelar Do’a Syukur Peringati Hari Pahlawan 2026

7 November 2026
Ragam

Ekonomi Hijau Jadi Fokus Perencanaan Pembangunan Kalimantan Utara

7 November 2026
Next Post

Pilwabup Garut Digelar Mei 2012

Please login to join discussion

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com ยฉ 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com ยฉ 2021