Bandung, BEDAnews
Sedikitnya 397.563 siswa SMA/SMK/MA di Jawa Barat siap mengikuti Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/SMK/MA yang akan dilaksanakan serentak Senin (16/4) ini di seluruh wilayah Indonesia.
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat memastikan seluruh naskah soal UN sudah sampai dan didistribusikan ke semua wilayah di Jawa Barat sejak H-2 atau Sabtu (14/4).
"H-2 semua naskah sudah ke daerah. Pada H-1 atau Minggu (15/4), sudah masuk ke masing-masing subrayon di semua daerah. Dan secara umum distribusi berjalan lancar dan tidak ada kendala berarti," ujar Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Wahyudin Zarkasyi kepada wartawan (15/4).
Dia menjamin semua pelaksana UN di Jawa Barat sudah siap melaksanakan UN. Kali ini sebanyak 397.563 siswa akan mengikuti UN yang digelar selama empat hari ke depan untuk SMA/MA dan tiga hari untuk SMK. Jumlah itu, terdiri dari siswa SMA sebanyak 157.686 siswa yang tersebar di 1.297 sekolah, siswa MA sebanyak 40.378 siswa yang tersebar di 855 sekolah, dan siswa SMK sebanyak 199.499 siswa yang tersebar di 1.588 sekolah.
Menurut Wahyudin, untuk pengawas harus silang dengan sekolah lain dalam satu wilayah di kabupaten/kota. Pengawas ruang ujian harus berasal dari guru yang mata pelajarannya tidak sedang diujikan.
"Jangankan mengawas, guru yang mata pelajarannya sedang diujikan bahkan tidak boleh berada di sekitar sekolah pada saat ujian berlangsung. Kalaupun dalam keadaan darurat dan tidak ada lagi pengawas, boleh dari sekolah tersebut tapi tetap tidak boleh guru yang mata pelajarannya sedang diujikan," terangnya.
Dikatakanya, UN sekarang akan lebih ketat. Ketika ujian berlangsung, siapapun tidak diperkenankan untuk masuk ke ruang ujian. Kalaupun ada pemantauan yang dilaksanakan oleh pihak manapun termasuk pejabat publik seperti gubernur, walikota, atau bupati, hanya boleh dilaksanakan di luar ruang ujian. "Jadi siapapun tidak boleh masuk," tandasnya. (Hargribs)











