Oleh: Mayor Jenderal TNI (Purn) Fulad (Penasihat Militer RI untuk PBB 2017–2019)
JAKARTA || Bedanews.com – Saya membaca pengumuman Presiden Trump saat sedang duduk di teras rumah kebun di Ciletuh, melihat burung sriti yang terbang hilir mudik dan ombak Samudra Hindia.
Katanya, gencatan senjata dua minggu dengan Iran sudah disepakati. Katanya, ini ruang untuk diplomasi. Katanya, semua demi perdamaian. Saya hormat pada proses diplomasi. Tapi izinkan saya, sebagai mantan penasihat militer Indonesia di PBB, menyampaikan sedikit catatan.
Menurut saya, ini bukan perdamaian. Ini adalah kekalahan Amerika yang sedang dibungkus dengan bahasa diplomatik.
*Saya coba jelaskan dengan sederhana*
Perang ini dimulai oleh Amerika dan Israel pada 28 Februari lalu. Target mereka jelas: menghabisi kepemimpinan Iran. Mereka berhasil membunuh Ayatollah Khamenei dan beberapa jenderal kunci Iran.













