Kita membutuhkan hukum yang tegas, tetapi bukan hukum yang kehilangan rasa keadilan.
Dan kita membutuhkan kekuasaan yang besar, tetapi kekuasaan yang sadar bahwa takhta pada akhirnya hanya sementara, sementara keadilan adalah warisan yang menentukan bagaimana sebuah kekuasaan dikenang oleh sejarah.
Hari ini mereka bergerak menuju Senayan.
Bukan untuk meminta takhta.
Bukan untuk merebut kekuasaan.
Bukan untuk meminta keistimewaan.
Mereka datang membawa satu harapan yang sangat sederhana: agar hukum benar-benar menjadi milik semua, agar kekayaan negara yang dirampas dapat dikembalikan, dan agar keadilan tidak berhenti sebagai kata dalam pidato.
Karena pada akhirnya, setiap kekuasaan akan menghadapi pertanyaan sejarah yang sama: Bukan berapa lama ia berkuasa, tetapi seberapa adil ia menggunakan kekuasaannya.













