Ketika rakyat tidak tahu apakah suaranya didengar, apakah janjinya akan diwujudkan, dan apakah hukum benar-benar berlaku sama untuk semua.
Jika ketidakpastian itu berlangsung terlalu lama, kekecewaan dapat berubah menjadi sinisme.
Dan ketika masyarakat mulai percaya bahwa hukum hanya milik mereka yang memiliki kekuasaan, maka yang sesungguhnya sedang mengalami kerusakan bukan hanya citra pemerintah.
Yang sedang rusak adalah fondasi negara hukum.
*PENUTUP*
27 Agustus 2026 semestinya tidak dikenang sebagai hari ketika rakyat berhadapan dengan negara.
Semestinya ia dikenang sebagai hari ketika negara dan rakyat sama-sama diingatkan bahwa demokrasi hanya akan hidup apabila keduanya menjaga batas dan tanggung jawabnya.













