Keempat, hindari monetisasi kebencian.
Memang algoritma menyukai pertikaian, tetapi masyarakat tidak seharusnya menjadi korban.
Kelima, pahami dampaknya.
Konten keliru dapat merusak nama baik individu, memicu perselisihan, bahkan berujung pada masalah hukum.
Jika para kreator dibekali dengan prinsip ini, mereka tidak hanya menjadi “pembuat konten”, tetapi juga bisa berkontribusi sebagai mitra dalam penyampaian informasi publik.
Nurani Jurnalisme Harus Menjadi Panduan Bersama
Baik wartawan maupun kreator konten, secara fundamental memiliki tujuan yang serupa yaitu menyebarkan informasi kepada masyarakat. Perbedaannya hanya pada jalur dan tradisinya.
Dalam rangka HPN 2026, yang perlu ditekankan adalah:
Teknologi mungkin berubah, format mungkin bergerak, namun nurani jurnalisme harus tetap hidup.













