Lebih jauh disebutkan. Kondisi ini merupakan akumulasi dari beberapa hal yang tidak bisa dihindari, Pendapatan Daerah yang tidak tercapai sangatlah besar, yakni Rp 10,358 triliun. Yang diakibatkan oleh beberapa faktor. Memang situasi pandemi telah berdampak ke segala lini. Hal itu telah pula berpengaruh pada Pendapatan Transfer (dari Pemerintah Pusat).
Volume APBD tahun 2022 secara keseluruhan adalah Rp 31,890 triliun. Berarti, ada penurunan sekitar 28% dari Rp 44,72 triliun pada tahun lalu.
“Ini yang saya sebut turbulensi.” Ungkap Wakil Rakyat Masyarakat Cirebon dan Indramayu ini.
Sekarang tampak warna asli Volume APBD Provinsi Jabar yang selama ini tampak besar, karena sesungguhnya besar pula dana yang sifatnya hanya transitoris. Artinya, di dalam APBD Jabar ada dana dalam jumlah sangat besar yang harus ditransfer ke kabupaten/kota.













