Mengoptimalkan pendapatan negara melalui pajak yang lebih efektif dan penguatan industri dalam negeri, tanpa menambah beban ekonomi rakyat. (Penerapan PPN 21% yang tidak membebani rakyat telah diputuskan Prabowo)
Menyesuaikan subsidi secara bertahap agar hanya dinikmati oleh masyarakat miskin, dengan distribusi berbasis Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Mengurangi ketergantungan pada impor energi, dengan percepatan transisi ke energi alternatif. Kemudian yang tidak kjlah penting adalah menegosiasikan ulang utang luar negeri, agar beban bunga dapat dikurangi dan pembayaran lebih fleksibel.
*Penutup*
Indonesia saat ini berada dalam fase kritis akibat warisan utang jumbo dari pemerintahan Jokowi. Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini dapat memicu krisis fiskal, lonjakan harga kebutuhan pokok, dan ketidakstabilan sosial.











