Sudarman juga menyangsikan, Robby Sumarna kapasitasnya sebagai Humas CRBC Wika PP, kalau memang dia digaji dan dibayar sebagai Humas dan melakukan Tupoksinya sebagai humas bekerja dengan baik pasti kenal dengan kami & pasti sering komunikasi atau bersosialisasi dengan kami, minimal ketika ada puluhan komplainan masalah pembangunan tol ini dari warga masyarakat selalu direspons dengan baik, akan tetapi pada faktanya kenal dengan dia atau ketemu dengan dia pun juga tidak pernah, eh ini tiba tiba muncul muncul di media dengan menuduh kalau warga kami melakukan Pungli tanpa investigasi tanpa tanya tanya dulu kebenaranya benar atau tidak? Eh lha ini tiba-tiba malah berstatemebt di media, jelas bagi kami itu sangat menyakitkan.
Darman juga menyayangkan statement dari Robby Sumarna, dimana menurutnya salah satu penghambat proyek tol ini adalah adanya Pungli di Desa Morosari. “Sebenarnya yang menghambat proyek ini adalah jalan menuju akses proyek tol yang memang sudah rusak parah dan butuh segera diperbaiki dan kalau siang/ sore dipastikan disepanjang jalan yang dilalui armada pengangkut material kena air rob jadi para driver akan jalan pelan pelan, diperparah lagi sering juga mobil angkutan material yang putar balik dengan muatan barang penuh karena barang yang dikirim tidak sesuai dengan spesifikasi yang dipesan oleh pelaksana, jadi tidak karena pungli,” ujarnya dengan nada geram.












