Di hadapan mahasiswa, Wamensos juga berpesan agar para agen perubahan tidak hanya cerdas secara intelektual, namun juga memiliki kepekaan sosial dan terlibat langsung dalam proses pembangunan bangsa.
“Mahasiswa harus kritis, mahasiswa harus pintar, dan ikut terlibat dalam proses pengetasan kemiskinan,” tuturnya.
Sementara itu, Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag, menyatakan bahwa kolaborasi antara Kementerian Sosial dan perguruan tinggi sejalan dengan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
UIN Bandung berkomitmen untuk mengambil peran aktif dalam pembangunan kesejahteraan sosial berbasis nilai-nilai keislaman dan keilmuan, serta mendorong mahasiswa terlibat langsung sebagai agen perubahan dalam menjawab tantangan bangsa, termasuk pengentasan kemiskinan. (*)













