Ia menambahkan, daerah RW 15 yang berada di ketinggian sering menjadi pemicu aliran air ke RW di bawahnya.
“Jika debit air di RW 15 sudah tinggi, maka wilayah bawah pasti akan terdampak,” katanya.
Selain itu, Asri menyebut, pohon tumbang, kerusakan kirmir, dan kebakaran permukiman padat juga menjadi potensi kerawanan di Cikutra.
“Kami mendata pohon tumbang terjadi di RW 10, 11, 13, dan 14. Longsor kirmir di RW 6 dan 8 masih menunggu intervensi. Untuk kebakaran, RW 5 dan 6 pernah mengalami kasus konsleting listrik,” papar Asri.
Untuk menghadapi berbagai potensi itu, Kelurahan Cikutra telah membentuk tim tanggap darurat di tiap RW, merancang SOP evakuasi, menyiapkan posko bencana hingga dapur umum, serta memperkuat struktur relawan lokal.
Asri mendorong semua langkah itu harus disinkronkan dengan standar dari BPBD dan dinas teknis.













