• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Jumat, April 24, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Walaupun “Adug-Adugan” tetap Kebijakan ada di Eksekutif, Kang Yanto saat Reses, Bahas BPJS di Organisasi PKK

Walaupun “Adug-Adugan” tetap Kebijakan ada di Eksekutif, Kang Yanto saat Reses, Bahas BPJS di Organisasi PKK

Ki Agus by Ki Agus
14 Maret 2024
in Tak Berkategori
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KAB. BANDUNG || bedanews.com — Setelah membaca Undang-Undang Nomor 23  Tahun 2014 , dikatakan H. Yanto Setianto, saat Reses Masa Sidang II Anggota DPRD Kabupaten Bandung, walaupun “adug-adugan” saat menyampaikan pandangan atau pendapat mengenai anggaran, tetap saja kebijakannya ada di eksekutif.

Menurut legislator dari Fraksi Golkar itu, semua yang disampaikannya seolah tak ada artinya, karena anggota DPRD kabupaten/ kota dan DPRD provinsi itu merupakan penyelenggara pemerintah daerah.

Kang Yanto sapaan akrabnya, menvisualisasikan, kalau selama ini, antara legislatif dan eksekutif bersama-sama selaku penyelenggara Pemerintah Daerah, dan fungsi kita bukan sebagai pengawas.

“Tak beda dengan Inspektorat kalau di dinas mah, dinas mengawasi dinas. Lalu apa artinya keberadaan kita. Berbeda dengab DPR RI yang betuo Trias Politila, yang menganggarkan, mengawasi, dan legislasi itu dijalankan sesuai dengan tupoksinya,” katanya di lokasi Reses di Desa Margahayu Selatan, Rabu 13 Maret 2024.

BeritaTerkait

Meneguhkan Istiqamah dan Etos Kerja Amanah untuk Keadilan Sosial

24 April 2026

Dansatgas Tinjau Progres Pembangunan TMMD di Kampung Keakwa Pasca Pembukaan Resmi

24 April 2026

Ia mencontohkan, legislatif itu membuat peraturan daerah, di konsep oleh eksekutif, namun Dewan malas mengkajinya, jadi bukannya di baca atau di koreksi, kalau malas ya ngaguluyur saja begitu,” ujar lelaki yang memulai kariernya sebagai anggota DPRD di tahun 2009 itu.

Kenyataan inilah, disebutkan Kang Yanto, terutama dalam hal penganggaran meski ada terjadi adug-adugan tapi tetap saja seolah dipaksakan untuk dianggarkan.

Misalnya, lanjut Kang Yanto, kenapa PKK dianggarkan, dibayarkan BPJS-nya, kenapa tidak dipilih orangnya yang tidak mampu saja. Kalau pakai label PKK bisa saja istri konglomerat.

“Contoh, ada saudara saya, suaminya Tuan Tanah,  tanahnya banyak di mana-mana, istrinya  terdaftar di PKK, saat masuk rumah sakit dibayarkan   BPJS-nya. Pasti saya cemooh, nah begini kaum dhuafa yang kaya,” sindirnya.

Tegas ia menyatakan kalau dirinya tidak setuju, bukan masalah BPJS-nya, tetapi penyenggaraannya menggunakan lebel organisasinya. Jadi lebel organisasinya itu yang membuatnya tidak setuju.

Kesannya BPJS itu murah meriah, tapi tidak tepat sasaran. Semestinya orang yang mampu tidak usah dibayar. Sementara pengakuannya saat jalan-jalan dilapangan banyak warga tidak mampu tidak tercover BPJS. Hal ini sungguh ironis sekali.
Sementara ini masih banyak warga yang tak mampu tapi tidak tervover BPJS. Untung sekarang ada kebijakan pemerintah pusat dengan UHC-nya untuk memproses SKTM.

“Untuk pintu masuknya harus sakit, baru bisa mendapatkan BPJS  yang dibayar pemerintah, kalau tidak sakit dulu dan dirawat jangan harap bisa dapat BPJS yang dibayar pemerintah,” pungkasnya.***

Previous Post

Satgas TMMD Ke-119 Kodim 1715/Yahukimo Capai 100% Pembukaan Jalan Seradala Kuaserama

Next Post

Lakukan Pembinaan Mental di Daerah Penugasan, Satgas Pamtas Yonif 726/Tml Laksanakan Tadarus Selama Bulan Puasa

Related Posts

Ekonomi

Meneguhkan Istiqamah dan Etos Kerja Amanah untuk Keadilan Sosial

24 April 2026
TNI-POLRI

Dansatgas Tinjau Progres Pembangunan TMMD di Kampung Keakwa Pasca Pembukaan Resmi

24 April 2026
Edukasi

USB YPKP Bandung Perkuat Inovasi Mahasiswa Lewat Workshop Generative AI Bersama Pakar Korea

24 April 2026
Ragam

Ketika Trump sebagai Panglima Tertinggi, Dianggap Lebih Berbahaya dari Musuh

24 April 2026
TNI-POLRI

Kodim Tulungagung Terima Bimtek Pusterad, Perkuat Kesiapan Pembentukan Kompi Produksi

24 April 2026
TNI-POLRI

Jelang Hari Buruh, Polres Demak Simulasikan Penanganan Aksi Unjuk Rasa

24 April 2026
Next Post

Lakukan Pembinaan Mental di Daerah Penugasan, Satgas Pamtas Yonif 726/Tml Laksanakan Tadarus Selama Bulan Puasa

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021