Si anak gembala menjawab, “Kalau begitu, fa ainallah !” artinya di mana Allah? Khalifah Umar langsung mengajak anak gembala yang telah lulus ujian kebenaran itu untuk bersama-sama berdiskusi. Khalifah Umar memulihkan kemerdekaan anak itu dari selamanya dan menjadikan manusia merdeka.
Umar berpesan, “Kalimat ini, fa ainallah (di mana Allah), telah memerdekakanmu di dunia. Semoga kalimat ini (pula) akan memerdekakannmu di akhirat kelak.”
Pemerintahan yang bersih dan berwibawa untuk kesejahteraan rakyat memerlukan tegaknya kejujuran dan mental kenegarawanan pada semua aparatur penyelenggara negara. Kejujuran para ilmuwan sangat dibutuhkan sebagai penunjuk arah kemajuan bangsa dan negara. Negara hukum yang dicita-citakan oleh para pendiri bangsa membutuhkan kejujuran para penegak hukum untuk mewujudkannya. Kehidupan demokrasi yang konstitusional takkan terwujud tanpa kejujuran. Kesepakatan persahabatan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia membutuhkan kejujuran pada semua elemen bangsa agar mendatangkan keberkahan dalam kemajuan.













