Sebab budaya politik Indonesia bersifat parokial-kaula disatu pihak, dan budaya politik partisipan. Sementara dipihak lain, massa masih ketinggalan dalam menggunakan hak dan dalam memikul tanggung jawab politiknya yang mungkin disebabkan oleh isolasi dari kebudayaan luar, pengaruh penjajahan, feodalisme, bapakisme, ikatan-ikatan primordialisme.
Kendala itu bersifat ikatan primordial yang masih kuat berakar, yang dikenal melalui indikatornya berupa sentiment kedaerahan, kesukuan, Agama, perbedaan pendekatan terhadap keagamaan tertentu, puritanisme dan nonpuritanisme.
Disamping itu, salah satu petunjuk masih kukuhnya ikatan tersebut dapat dilihat dari pola budaya politik yang tercemin dalam struktur vertical masyarakat dimana usaha gerakan kaum elit langsung mengeksploitasi dan menyentuh substruktur sosial dan substruktur untuk tujuan perekrutan dukungan.













