Bandung, BEDAnews
Besarnya Sisa Lebih Penghitungan Anggaran (SILPA) APBD Jabar Tahun Anggaran 2011 yang mecapai angka lebih dari Rp. 3 Triliun, secara khusus mendapat sorotan dari Wakil Gubernur Jawa Barat H. Dede Yusuf.
“Kalau melihat kemarin Silpa hampir Rp. 3 Trilliun lebih ini telah menunjukkan adanya suatu perencanaan yang belum maksimal, seandainya saja tidak usah Rp. 3 triliiunan, ambil saja 25 persennya saja untuk difokuskan ke sector perekonomian pada pengembangan produktifitas saya yakin problematika seperti kelangkaan kedelai tidak akan terjadi di Jabar ini,” tutur Wagub Jabar kepada Bedanews.com, Jumat (27/7) di acara silaturahmi dan buka bersama dengan ketua DPRD Jabar Ir. Irfan Suryanagara dan sejumlah kader Democrat di Bandung.
Lebih jauh diungkapkannya, Provinsi Jawa Barat memiliki potensi ekonomi yang cukup menggiurkan. Pertama , Jabar memiliki market yang cukup besar dengan jumlah penduduk hampir mencapai 45 juta jiwa, tentunya memiliki kebutuhan sandang, pangan dan papan yang cukup besar.
Kedua Jabar memiliki sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) yang sudah lengkap segala resourcesnya ada, termasuk manufaktur seperti untuk produsen kendaraan, Jabar memiliki bahan pokok produksi kendaraan minimal 40 persennya ada di Jabar, kain, karet maupun lainnya.
Ke-tiga, Jabar memiliki iklim investasi terbesar di Indonesia berdasarkan data BKPM hampir 20 persen Investasi nasional ada di Jabar dan Keempat, masyarakat Jabar sudah terbiasa dengan sector riil/ informal, perdagangan dan wirausaha, sehingga perkembangan UKM di Jabar ini cukup berkembang baik karena hampir 99% wirausaha masyarakat Jabar bergerak di bidang UKM.
Terkait kelangkaan komoditi kedelai bahan pokok pembuatan Tempe dan tahu, yang merupakan pangan yang paling banyak usernya di Jabar ini, wagub menyatakan beberapa waktu lalu pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinas Perindustri dan perdagangan, Pertanian dan instansi terkait untuk segera melakukan langkah-langkah yang strategis dalam dalam mengatasi kelangkaan dan mahalnya kedelai dalam beberapa minggu terakhir ini.
Wagub menilai kelangkaan kedelai khususnya yang terjadi di Jabar ini, timbul karena 60% kebutuhan kedelai di Jabar dipenuhi melalui impor dan hanya 40 % lagi produksi sendiri.
Karenanya kedepan kita akan dorong sector pertanian melalui dinas terkait untuk memfokuskan kepada produksi kedelai. Penanaman kedelai tidak terlalu sulit, tinggal bagaimana kita cara mengelola dengan baik, benar dengan bibit yang unggul sehingga menghasilkan produksi kedelai cukup baik dan berkualitas. (hermanto)












