“Ini penting, generasi muda penerus bangsa dilecehkan oleh orang asing,” ujarnya.
Sementara menurut Asep Maulana ayah korban, peristiwa pencabulan terjadi sekitar 2tahun lalu, saat korban duduk di kelas 3 SMP.
Awalnya Asep tidak mengetahui, anak gadisnya yang kini duduk di kelas 2 SMA, di cabuli oleh Mr. Tack.
“Saya tidak tahu adanya perbuatan cabul oleh Mr. Tack pada anak saya. Saya ketahui setelah anak ditanya bahwa dia sempat di paksa melakukan tak senonoh di kantor pabrik Mr. Tack. Dan setelah saya baca chatting anak saya dengan pelaku, saya putuskan untuk melapor karena terus terang saya marah anak gadis saya di perlakukan seperti itu,” tegas Asep.
Sementara hingga berita ini disusun, pihak Polda Jawa Barat masih memintai keterangan korban di unit perlindungan anak Ditreskrimum Polda Jawa Barat. [***]










