“Hal itu yang benar-benar menguji keimanan. Saya terlempar dalam jurang kekecewaan dan kehancuran. Untungnya masih baru hajinya, jadi saya bisa bertahan,” ungkap Pipit sambil menghembuskan asap rokok yang membentuk awan tipis yang akhirnya hilang di udara.

Begitulah roda kehidupan, membayangi perjalanan panjang bisnis dan hidupnya yang berliku silih berganti antara kegagalan dan kesuksesan. Kadang berada di atas, kadang berada di bawah, namun Vivi seperti burung Pipit tetap riang. Ia percaya selalu masih ada harapan ke depan.
Akhirnya setelah 11 tahun hidup di kota Metropolitan, sosok yang pernah aktif sebagai pengurus PHRI Depok ini, pada tahun 2016 bersama keluarganya memutuskan kembali ke Bandung, ke kampung halaman. Tak pernah menyerah dengan keadaan. Perempuan berhati baja ini ingin menikmati kehidupan dan perannya sebagai isteri idaman. Melayani Riza sang suami dan Geraldo Kaesar Rinaldhy, anak semata wayangnya yang seniman. Kini putri turunan ke-15 Kesultanan Kasepuhan Cirebon ini kembali bangkit dengan menggeluti bisnis baru mengelola guest house “Le Vallon” di Dago dan 2 perusahaan.













