Ia menambahkan, HKTI siap ikut mengawasi distribusi agar tidak terjadi penyimpangan.
Fadli menegaskan, pentingnya keberimbangan antara insentif input seperti pupuk dan modal, serta insentif output berupa harga dan penyerapan. Menurutnya, kombinasi itu menjadi kunci keberhasilan agenda reformasi pertanian.
Lebih jauh, program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga dinilai akan mengangkat kesejahteraan petani dengan menyerap hasil produksi lokal.
“MBG selain mencetak generasi emas, juga membuka pasar bagi produk pertanian seperti sayur, telur dan daging. HKTI siap jadi garda terdepan mendukung program ini,” tutup Fadli. (Red).












